berikut cara gampang membuat file .deb, banyak cara jika browse ke google, bagi yang mau cepat mungkin bisa menggunakan cara berikut :
1. install tool yang diperlukan
# apt-get install autotools-dev fakeroot dh-make build-essential
2. kopikan file yang sudah di extract ke directory sementara
# cp -r avudz-01 /tmp
# cd /tmp/avudz-01
3. selanjutnya gunakan alat dh_make untuk membuat paket
# dh_make
di pembuatan dengan dh_make diminta kita memilih jenis paket, pilih single binary paket. selanjutnya edit file “control” yang berada dalam directory debian/control, sesuaikan dengan kemauan anda.
4. selanjutnya ketik perintah berikut, (harus dengan root)
# dpkg-buildpackage -rfakeroot
nah, jika sukses bisa di lihat di dalam directory /tmp ada file .deb yang baru
install !
masih ingat cara mencari host yang bisa di pakai, network dan broadcast dengan biner ? nah! sebenarnya ada cara paling gampang tanpa harus mengkonversi ke biner dulu, dengan menggunakan rumus 256 – nilai subnet, misal, kita dapat ip 192.168.0.18/29, berapakah network ? broadcast ? dan berapa ip yang bisa dipakai ?
ok, coba kita cari, masi ingat cara mencari prefix ? kalau lupa, baca disini
kadang banyak yang bingung begitu melihat ip bentuk seperti ini 192.168.0.0/22, 22 itu apa ya ? atau kadang ketika berlangganan ke ISP di kasih ip (mis. 192.168.0.0/28), cara set nya gimana ?
/22 atau /28 itu disebut prefix, seperti yang kita tahu, ipv4 itu terdiri dari 4 octed atau 32 bit, jika kita mendapat network 192.168.0.0/28, berarti di dalam biner ada 28 bit network (biasa di terjemahkan dengan 1) dan sisanya (4 bit) adalah host.
untuk mencari berapa ip yang bisa di gunakan 2n-2 = 2^4 x 2 = 14 host, kalau ip nya 192.168.0.0/28 berarti yang bisa di pakai adalah 192.168.0.1 sampai 192.168.0.14, karena 192.168.0.0 di pakai sebagai network dan 192.168.0.15 digunakan sebagai broadcast.
nah, untuk mencari subnet mask dari prefix /28 tadi, karena ada 28 bit network dan 4 bit host maka binernya di tulis seperti berikut :
11111111.11111111.11111111.1111 0000
jika di terjemahkan ke dalam desimal, menjadi : 255.255.255.240
lebih lanjut untuk konversi biner, bisa merujuk ke artikel sebelumnya
pemahaman tentang IP memang sangat penting bagi network engineer, apalagi kalau troubleshoot di lapangan dan ga bawa tool converter apa apa, apalagi kalau saat troubleshoot handphone “HANG”, slamat lah.
cara mudah konversi binary ke decimal, terutama untuk bilangan di atas 100 an (ex. 192)
misal,
ip : 192.168.0.212
biasanya, dengan konversi biasa, akan di lakukan pemangkatan atau pembagian terhadap 2. untuk cara lebih cepat, bisa gunakan konversi ke hexadecimal dulu baru ke biner. untuk byte 212 di konversi ke HEXA dengan cara di bagi 16.
212/16 = 13 (sisa = 4) karena 13*16 = 208, 212 – 208 = 4
maka di dapat bilangan hexa ada 0xD4
tinggal di konversikan ke ke biner, seperti yang kita tahu, untuk biner itu ada 8 bit, agar lebih cepat menghitung 8 bit itu di bagi 2, jadi 4 dan 4. misal, untuk hexa 0xD4 di atas, D = 13 dan 4
untuk 4 bit pertama 13
1 1 0 1 = 8 + 4 + 0 + 1 = 13
0 1 0 0 = 0 + 4 + 0 + 0 = 4
berarti biner yang di dapat adalah 1101 0100
nagh, gitu juga kalo mau di jadikan ke desimal, bit biner di bagi 2, seperti contoh di atas 1101 0100
1101 = 13
0100 = 4
untuk mendapatkan nilai decimal, 4 bit pertama di kalikan 16 dan di tambahkan dengan bit berikutnya.
(16*13) + 4 = 212
gitu juga dengan angka yang lain, seperti 192 dan 168
usually if we use shaper in same machine with proxy, all traffics will shape even there was HIT in Squid Cache.
from lartc website :
[LARTC] SQUID zero penalty for HIT traffic patch
From: “Marin Stavrev”Hi, I was reviewing the patch Patrick McHardy has contributed to squid QoS features (http://trash.net/~kaber/squid-qos/), and decided to do something similar which could classify client side traffic based on whether SQUID’s response is a cache HIT or a cache MISS.
I think I got it working. I made a quick home page for this patch, so anyone interested in trying it can learn more here: http://www.it-academy.bg/zph/ The patch is currently working flawlessly for me and i hope it will evolve in the near future (as it is extremely barebone by now).
liburan kemarin seharian di rumah, ngebersihin rumah terus makan siang bersama.
Manggang ikan, enaknya ikan karangggggg…. slurppss..
jika mau ‘mount’ .vmdk (VMWARE Virtual Disk Image) berikut kebutuhan yang harus ada di system :
vmware-loop
nbd module
ntfs-3g
contoh :
# modprobe nbd
# vmware-loop /mnt/data-g/avudz/vbox/xphome/xphome.vmdk 1 /dev/nbd0
# mount -t ntfs-3g /dev/nbd0 /mnt/vmware-mount/
selesai !
just to remind me, karena kasus ini bikin pusing berhari hari
kejadiannya membuat image vmware didalam external hdd dengan format NTFS, ketika virtual disk nya di load, selalu muncul blank screen, kalau di debug muncul “You do not have vmware tools installed” pada bar nya setelah itu balik lagi ke main menu.
huh ?
akhirnya nemu juga kasusnya, edit .vmx yang ada, misal linux.vmx terus tambahkan :
mainMem.useNamedFile=”FALSE”
sekarang sudah lancar lagi
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci
(free ur mind from hatred)
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran
(free ur mind from anxiousness)
3. Hiduplah dengan sederhana
(live simply)
4. Berikan lebih banyak
(give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap
(expect less)
When I was just a little santri
I asked my mother, what will I be
Will I be handsome, will I be rich
Here’s what she said to me.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future’s not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
Read the rest of this entry »
Website ini ditujukan untuk koleksi pembelajaran, coret-coret ga jelas, curhat, emosi. Isi dari website ini silahkan dikopi jika dirasa perlu jangan lupa mencantumkan alamat asal, jangan asal kopi pes.